PANGANDARAN – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyoroti rencana kehadiran grup musik Letto dalam rangkaian perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengklaim agenda konser tersebut sebagai kegiatan resmi hari jadi apabila penyelenggaraannya merupakan inisiatif pihak lain.
Menurut Asep, berdasarkan informasi yang diterimanya, konser Letto tersebut diinisiasi oleh pihak perbankan, termasuk Bank Indonesia (BI) dan Bank BJB. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan yang proporsional mengenai kegiatan tersebut agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Letto itu kan menurut informasi panitia agendanya BI. Maksud saya BI dengan perbankan lah termasuk BJB. Sudah jangan diaku-aku itu menjadi kegiatan hari jadi,” kata Asep saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Pangandaran, Senin (05/10/2026).
Asep Minta Kegiatan Hari Jadi Berdampak Nyata bagi Warga
Asep menegaskan, pemerintah daerah perlu mengarahkan pihak-pihak yang ingin berpartisipasi dalam perayaan hari jadi agar menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan perayaan tidak seharusnya hanya berorientasi pada hiburan sesaat, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik dari sisi sosial maupun ekonomi masyarakat.
“Kalau bisa kegiatannya yang jauh lebih manfaat untuk masyarakat. Jangan yang sifatnya satu malam habis dan tidak jadi apa-apa,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan sejauh mana pertunjukan musik tersebut dapat mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar ke Pangandaran. Menurut Asep, penyelenggaraan acara perlu dirancang dengan mempertimbangkan kemampuannya menarik wisatawan untuk datang, tinggal lebih lama, dan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Itu pun tidak akan menambah berbondong-bondong wisatawan datang ke Pangandaran karena pengen lihat event itu. Enggak lah, jangan terlalu mimpi untuk itu,” katanya.
Asep menambahkan, pemerintah daerah perlu lebih cermat menentukan jenis kegiatan yang berpotensi menjadi daya tarik wisata dan mendorong wisatawan untuk menginap di Pangandaran.
“Event-event yang mana yang bisa narik orang, narik wisatawan untuk stay di Pangandaran dan sebagainya,” sambungnya.
BUMN dan BUMD Diminta Pertimbangkan Kondisi Daerah
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa DPRD pada prinsipnya menyampaikan masukan dan mengingatkan seluruh pihak agar pelaksanaan kegiatan di daerah tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat serta kondisi yang sedang dihadapi Kabupaten Pangandaran.
Ia meminta pemerintah daerah turut memberikan arahan kepada badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD) yang ingin berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan hari jadi.
Menurutnya, dukungan dari lembaga perbankan dan pihak lainnya akan lebih bermakna apabila diarahkan pada program yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Ya, kami hanya mengingatkan,” ucapnya.
Ia kembali menekankan pentingnya mempertimbangkan kondisi riil daerah dalam menentukan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Situasi kondisi seperti ini dan sebagainya, buat kegiatan yang kira-kira jauh lebih manfaat untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Pernyataan Asep tersebut menjadi catatan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan agar perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga dapat diarahkan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan pengembangan sektor pariwisata daerah. (SP)












