SUMEDANG,- Guna mewujudkan program Citarum Harum, Satuan Tugas (Satgas) Citarum intens melakukan pemeriksaan pengolahan limbah perusahaan.
Seperti pada Sabtu 3 November 2018, Satgas Citarum mendatangi PT. Novatex di Jalan Raya Bandung-Garut, KM 27 Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.
Komandan Sektor (Dansektor) 21 Satgas Citarum Kolonel Inf. Yusep Sudrajat membenarkan bahwa pihaknya melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kawasan Kecamatan Cimanggung, yakni PT. Novatex.
“Pihak perusahaan telah memberikan keterangan, bahwa pengolahan limbah PT. Novatex milik PT. Choigang Textile dan PT. Daese Textile. Sedangkan PT. Novatex hanya pemilik lahan saja,” ungkap Yusep kepada wartawan.
Dikatakan, pemeriksaan pengolahan limbah tetap dengan parameternya, yakni sebuah pabrik atau perusahaan yang mengeluarkan limbah ke aliran sungai harus dalam kondisi jernih serta ikan dalam sungai kondisinya hidup.
“Selain itu, telah kami tegaskan juga, agar jangan tinggalkan lagi endapan lumpur limbah ke aliran sungai,” ujar Yusep.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak perusahaan lantas menandatangani surat pernyataan yang isinya menyatakan: akan melakukan pengolahan limbah dengan baik sesuai baku mutu dan sesuai arahan Dansektor.
“Apabila kurun waktu 14 hari terhitung setelah ditandatanganinya surat pernyataan, pengolahan limbahnya tidak diperbaiki, maka, harus bersedia saluran limbah ditutup,” tegasnya.
Apresiasi Perusahaan
Sementara itu, perwakilan perusahaan PT. Novatex, Sri Yanti mengapresiasi positif tindakan dari Satgas Citarum. Pihaknya pun mendukung salah satu program nasional pemerintah tersebut.
“Kami tentunya mengapresiasi kedatangan pihak Dansektor.
buy temovate online https://nouvita.co.uk/wp-content/themes/fing/inc/php/temovate.html no prescription
Bahkan, saat ini perusahaan yang menyewa di lahan kami, yakni PT. Choigang Textile dan PT. Daese Textile siap memperbaiki pengolahan limbah sebagaimana tertuang dalam surat pernyataan yang juha ditandatangani Dansektor 21 Satgas Citarum,” ucapnya.
Terkait pengolahan limbah, tuturnya, Dansektor pun mengimbau perusahaan agar menggunakan alat ukur pembuangan limbah.
“Apa yang disampaikan Dansektor, tentu menjadi masukan positif bagi kami dalam perbaikan pengolahan limbah,” pungkasnya.
Boni










