• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 23, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Gelar Rakornas, GMPK Bertekad Wujudkan Indonesia Tanpa Korupsi

Gelar Rakornas, GMPK Bertekad Wujudkan Indonesia Tanpa Korupsi

red cyber by red cyber
November 26, 2019
in Regional
0
Pemotongan tumpeng yang menandai 6 tahun usia GMPK.

Pemotongan tumpeng yang menandai 6 tahun usia GMPK.

Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, — Pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan ulang tahun ke-6 Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) yang mengusung tema “Bergerak Menuju Indonesia Tanpa Korupsi”, Ketua Umum (Ketum) GMPK, Irjen Pol. (Purn) Bibit Samad Riyanto melalui Sekretaris Umum (Sekum) GMPK Sudarto  Soekarto saat sesi terakhir Rakornas GMPK, Senin 25 November 2019 mengungkapkan bahwa korupsi di Indonesia semakin berpariatif, terus menjamur dan mengakar.

Pesan Ketum GMPK disampaikan Sekum lantaran Ketum GMPK tiba-tiba sakit setelah mengisi acara pemaparan terkait pendidikan Anti Korupsi pada acara Rakornas GMPK hari ke 3, Sabtu (23/11/2019). Bibit pun lantas dilarikan ke Jakarta untuk pengobatan intensif.

Meski begitu, semangat Bibit tak lantas padam setelah diterpa sakit. Melalui sekum, ia berpesan agar disampaikan pada hadirin rakor, bahwa GMPK yang merupakan perhimpunan dari warga masyarakat peduli nasib bangsa yang terpuruk karena dilanda korupsi, terus menguatkan tekad guna memberangus keberadaan korupsi di bumi pertiwi.

Maka organisasi yang dideklarasikan pada tanggal 25 November tahun 2013 di Jakarta itu terus mengembangkan perannnya. Antara lain pengkajian, pencegahan, penangkalan, rehabilitasi dan bantuan penindakan serta pendidikan anti korupsi.

“GMPK memiliki 5 program utama dalam memberantas korupsi, antara lain riset untuk menemukan kerawanan korupsi (coruption hazards) dan Potensi Masalah Penyebab Korupsi (PMPK) pada segenap aspek (gatra) kehidupan bangsa. Kita akan terus melakukan aksi dalam memberantas korupsi,” papar Bibit yang mantan pimipinan KPK itu.

Dalam amanatnya, Bibit menambahkan bahwa GMPK mendorong entitas publik, entitas privat dan entitas sosial untuk bekerja secara baik dan benar dalam membangun bangsa. GMPK berasaskan Pancasila dan UUD 45 yang memiliki sifat perhimpunan: sosial, pembelajar dan pebisnis yang independen Bibit.

“GMPK berupaya mewujudkan Indonesia tanpa korupsi dalam rangka mencapai tujuan nasional masyarakat adil dan makmur, mendorong pelaksanaan pembangunan secara baik dan benar. Baik, targetnya tercapai, dan benar prosesnya sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak melanggar kode etik profesi dan organisasi,” kata dia.

Baca juga :  Gelar Sabuk Gunung, Sektor Pembibitan Harapkan Masyarakat Jaga Lingkunga

Ia menegaskan bahwa tindak korupsi harus dicegah seluruh lapisan bangsa agar Indonesia benar-benar terselamatkan. Maka, GMPK tak hentinya menabuh gendering perang terhadap korupsi.

“Kita ketahui bahwa sistem seleksi kepemimpinan yang koruptif itu terjadi, dan bahkan juga bercokol di dunia parati politik. Entah siapa yang bisa meredam itu. Saber pungli pun nyatanya tidak bisa masuk karena Undang-Undang tidak mengatur itu. Akhir dari itu semua, kita kritik terhadap pengistimewaan terhadap koruptor yang ujungnya tidak ada jera sama sekali dan tidak ada rasa malu sama. Intinya GMPK harus jadi lokomotif perubahan Indonesia terbebas dari korupsi,” ucap dia.

Perangi Korupsi di Segala Lini

Bibit juga berpesan agar seluruh pengurus GMPK untuk aktif melakukan pengawasan terkait pengelolaan dan penggunaan bantuan pemerintah, seperti Dana Desa (DD).

Bibit juga mengungkapkan keperihatinannya terhadap kondisi Indonesia yang dianggap memiliki budaya korupsi.

“Saya tidak puas dengan kondisi negara ini. Kejahatan korupsi itu seperti gunung es di laut, dari permukaan kecil tapi bagian yang bawah lebih besar lagi. Akan terus ada koruptor baru lagi jika tidak kita cegah. Makanya kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya anggota GMPK untuk mencegah dan menangkal korupsi,” lanjutnya.

Menurut dia, korupsi sendiri lahir karena adanya beberapa faktor. Bentuk pencegahan korupsi menurut Bibit, bisa dimulai dengan cara yang benar dan jujur dalam pengelolaan dana. Tidak hanya pencegahan dari pihak penanggungjawab atau pemegang dana, namun GMPK dan masyarakat pun diharapkan bisa ikut mengawasi kinerja yang diberi amanah menggunakan anggaran.

Baca juga :  Dansektor 21; Sampai Hari Ini PT Mulya Lestari Masih Tetap Jaga Komitmen

“Korupsi ada karena beberapa faktor antara lain sistem, moral, penghasilan, pengawasan lemah, dan taat aturan juga lemah. Secara individu orang yang melalukan korupsi karena memiliki ketahanan moral, kemandirian moral yang lemah, dan rasa nasionalisme yang sangat rendah. Oleh karena itu masyarakat harus terlibat untuk merangi korupsi tidak hanya aparat penegak hukum saja karena koruptor kuat dan banyak duitnya,” papar Bibit.

Agar pencegahan bisa bergerak massive, Bibit pun mengharapkan agar seluruh pengurus dan anggota GMPK benar-benar menjalankan tugasnya dengan baik. Masyarakat yang sadar akan bahaya korupsi juga diharapkan untuk bisa bergabung dengan GMPK untuk bersama-sama memerangi korupsi di segala lini.

“Saya harap GMPK bisa terus bergerak untuk memerangi korupsi. Ajak juga teman-teman yang lain untuk gabung dalam GMPK. Awasi kerawanan korupsi, awasi segala pemilihan baik pilkades dan pemilu lainnya. Jangan pilih penjahat jadi pejabat. Mari bangun negeri ini bersama masyarakat,” pungkas Bibit.

Patut Ditiru

Sementara Ketua GMPK Kabupaten Bogor, Jonny Sirait mengacungkan dua jempol atas semangat Bibit Samad yang menunjukan loyalitasnya terhadap bangsa dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Tentunya semangat dan tekad beliau (Bibit Samad, red) wajib ditiru, dijadikan motivasi dan inspirasi bagi seluruh keluarga besar GMPK, khusunya yang berusia muda untuk terus berusaha keras, berfikir cerdas dan bekerja ikhlas dalam rangka menyelamatkan Indonesia dari kehancuran yang diakibatkan korupsi,” jelas Jonny.

Menurut Jonny, diusianya yang tak lagi muda, justru semangat Bibit dalam penanganan korupsi tak kalah dari kaum muda. Sehingga hal tersebut sejatinya dijadikan ‘senjata’ membakar semangat bagi kader GMPK untuk menjalankan amanat Ketum GMPK dengan baik.

“Usia beliau sudah mencapai 74 tahun. Tapi semangatnya sangat luar biasa. Ini menjadikan saya sebagai bagian dari GMPK menjadi tergugah. Sepulang dari rakornas di Malang, saya mendapat pelajaran amat berharga, bahwa usia bukan halangan untuk berbuat kebaikan, apalagi ini demi bangsa dan Negara,” ujar Jonny.

Bibit pensiun dari kepolisian pada 15 Juli 2000 dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal. Atas jasa dan pengabdiannya selama bertugas, ia mendapatkan berbagai bintang jasa dan penghargaan. Di antaranya: Satya Lencana Kesetiaan, Satya Lencana Dwidya Sista, Bintang Bhayangkara Nararya, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Bhayangkara Pratama. (Kris)

Sumber: koranindonews.com

Previous Post

Polres Sumedang Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika Jenis Tembakau Gorila

Next Post

Kombes Pol Dirmanto: Terorisme Bukan Hanya Musuh TNI-Polri Saja!

BeritaTerkait

Featured

BaraJP Leuwiliang Sosialisasi, Masyarakat dan Perangkat Desa Mengapresiasi

April 22, 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Minahasa, Arthur Palilingan.
Featured

Kadisdik Minahasa Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Komitmen Sekolah Aman

April 14, 2026
Ekonomi

BRI Cirebon Gunung Jati Salurkan Bantuan Mobil Jenazah, Dukung Layanan Sosial Yayasan Al Akbar untuk Warga Argasunya

April 13, 2026
Regional

Buntut Pelarangan Liputan Rapat BGN, Tian Kadarisman Tuding Deputi Pemantauan Badan Gizi Nasional Alergi Transparansi

April 11, 2026
Oplus_16908288
Regional

Polemik Rp45 Ribu di Sayang Heulang Berakhir Damai, Pengelola Minta Wisatawan Tak Ragu Berkunjung

April 10, 2026
Regional

Camat Parigi Pimpin Aksi Bersih Jalan di Desa Cintaratu, Ajak Warga Rutin Jaga Kebersihan

April 10, 2026
Next Post
Kombes Pol. Dirmanto, S.I.K (tengah)

Kombes Pol Dirmanto: Terorisme Bukan Hanya Musuh TNI-Polri Saja!

No Result
View All Result

Berita Terkini

OC Kaligis Nilai Kasus eFishery Bukan Pidana, Andri Yadi Disebut Tak Punya Niat Jahat

April 22, 2026

Pendidikan, Infrastruktur hingga UMKM Sumedang Menguat

April 22, 2026

Sidang Paripurna HJS ke-448, Sumedang Catat Prestasi Nasional

April 22, 2026

HJS Ke-448, Sumedang Sediakan 2.750 Loker Lewat Job Fair

April 22, 2026

BaraJP Leuwiliang Sosialisasi, Masyarakat dan Perangkat Desa Mengapresiasi

April 22, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC