TANAH BUMBU, – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengerahkan satu unit helikopter water bombing untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Lingkar 30, Kecamatan Batulicin, Senin (14/09/2026).
Pengerahan helikopter water bombing tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan pemadaman, terutama untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla melalui jalur darat.
Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., melalui Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Tanah Bumbu, H. Sulhadi, mengatakan dukungan pemadaman melalui udara diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan karhutla sekaligus mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap wilayah sekitar.
“Helikopter water bombing dikerahkan untuk melakukan pengeboman air secara intensif pada titik-titik api utama yang sulit dijangkau oleh armada dan personel pemadaman darat,” ujar H. Sulhadi.
Menurutnya, keberadaan helikopter water bombing merupakan bagian dari dukungan penanganan karhutla yang disiagakan untuk wilayah Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu.
Dalam pelaksanaannya, operasi pemadaman melalui udara tetap dilakukan secara terpadu dan bersinergi dengan Tim Satgas Karhutla yang berada di darat.
Tim darat terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman, pembasahan, penyekatan hingga pemantauan di lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak kembali menyala setelah proses pemadaman berlangsung.
Kalaksa BPBD Tanah Bumbu menambahkan, dukungan pemadaman melalui udara tersebut dapat terlaksana berkat koordinasi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan karhutla. Kami terus melakukan langkah-langkah penanganan secara terpadu, baik melalui operasi darat maupun udara,” tegas Kalaksa.
Pengerahan helikopter water bombing ini menjadi salah satu bentuk penguatan penanganan karhutla di Tanah Bumbu, khususnya dalam menghadapi titik-titik kebakaran yang memiliki keterbatasan akses apabila hanya ditangani melalui jalur darat.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus mengintensifkan penanganan di lapangan agar kebakaran dapat segera dikendalikan serta mencegah api meluas ke kawasan lainnya. (Ag)












