TANAH BUMBU, — Pemeliharaan dan pengolahan lahan sawah tadah hujan agak rentan, terutama harus tepat waktu perkiraan musim hujan dan kapan lahan itu mulai di olah. Juga sangat diperlukan saluran air yang lancar agar kondisi lahan sawah disaat dilakukan pengolahan dan penanaman tidak tergenang air, agar hasil tanaman baik, tidak mengalami kegagalan panen yang dialami oleh petani Desa Mudalang.
Menangapi hal diatas, Fauraji Akbar Kepala Dinas Pertanian Kab. Tanah Bumbu kepada awak media menyampaikan, terjadinya PH lahan sawah rendah dikarenakan kurang lancarnya saluran air sehingga menggenangi lahan sawah tersebut.
buy forzest online galenapharm.com/pharmacy/forzest.html no prescription
Disaat pengolah lahan sawah seharusnya diperkirakan hujan itu turun belum secara rutin dan deras, sehingga disaat hujan turun jangan sampai air tergenang di lahan sawah tersebut.
“Dengan adanya kurang teliti dan sabar cara bercocok tanam memaksakan kondisi lahan sawah yang kurang memungkinkan untuk ditanami dan kejar target panen, hasilnya justru gagal untuk panen,” ungkap Fauraji di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Pagatan, Senin (01/11/2021).
Selanjutnya untuk mengatasi PH lahan sawah yang rendah perlu saluran air persawahan yang lancar, pengapuran pada lahan pertanian sesuai dengan kondisi lahan yang sudah ditetapkan oleh tim ahli dengan penambahan bahan organik atau kompos.
“Penanaman jenis padi sesuai kondisi lahan sawah yang tahan masam. Agar jangan terulang lagi mengalami dalam kegagalan panen,sangat perlu mengambil Sempel tanah lokasi persawahan yang terdampak rata-rata PH nya 4,6 melakukan kerja sama dengan Balitra Banjarbaru pengajihah lahan persawahan,” jelasnya.
Sementara jumlah yang gagal panen di Mudalang, Pagatan kurang lebih sekitar 20 hektar. Jadi perlu dilakukan langkah-langkah pengajihah lebih lanjut seperti apa yang sudah saya sampaikan seperti diatas.
Diwaktu tempat yang sama, salah satu komentar senior petani Desa Manurung, Abdul Munim juga sebagai Ketua Kelompok Tani Sukamaju berpesan, khususnya PPL agar lebih intens dalam memberikan bimbingan para petani.
“Kalau memang ada petani yang kurang paham penyuluhan yang sudah diberikan PPL, jangan bosan tetap memberikan bimbingannya,” tandasnya. (Ag)












