• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 23, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Oded Ajak Bangkitkan Ekonomi Bandung Lewat Koperasi

Oded Ajak Bangkitkan Ekonomi Bandung Lewat Koperasi

cyber by cyber
Juni 30, 2020
in Featured, Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyerukan kepada pengurus koperasi agar cermat dalam mengelola anggota. Karena hal itu menjadi kunci penting dalam menjadikan koperasi sebagai sokoguru perekonomian masyarakat Indonesia.

Terlebih, pascapandemi Covid-19 ini koperasi bisa menjadi cara untuk membangkitkan geliat ekonomi di tengah masyarakat. Karena, koperasi didukung dengan sistem keanggotaan yang menjadi potensi dan aset berharga.

“Kita harus punya mindset yang sama bahwa sesungguhnya dalam dunia koperasi modal utama kita adalah anggota. Anggota itu aset kita. Kemudian kalau kita berbicara jaringan itu agaimana anggota koperasi dari partikel kecil di rumah tangga menjadi raksasa besar,” ucap Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa 30 Juni 2020.

Saat ini, terdata sebanyak 2.540 koperasi di Kota Bandung. Namun hanya ada 735 koperasi yang aktif. Dari jumlah tersebut, tercatat 119.947 orang yang terlibat sebagai anggota aktif.

Untuk itu, Oded mengarahkan agar konsep pengelolaan koperasi di Kota Bandung menggunakan pola kolaborasi. Dengan sistem kerja sama inilah koperasi akan sangat kuat. Karena menjadi sebuah ekosistem besar yang saling mendukung antar koperasi.

Baca juga :  Amatil Indonesia Donasikan Tempat Sampah Terpilah

“Karena ada jaringan yang diikat dalam sebuah sistem. Mindset berikutnya yaitu antar koperasi itu bukan saingan, tapi itu adalah kemitraan. Kalau ini sudah terbangun, harusnya bisa maju dan kuat. Kalau merasa saingan jadi saling bunuh,” terangnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUKM) sudah membuat sistem pengelolaan yang mewadahi para koperasi. Yakni yang diberi nama Sitem Ekonomi Jaringan Usaha Koperasi (Sejuk)..

Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman menuturkan, konsep menghimpun semua kekuatan dan potensi koperasi sehingga menjadi satu kesatuan. Walhasil, segala kebutuhan koperasi mulai dari suplai sampai urusan pemasaran bisa saling bertukar.

“Koperasi kalau bersatu akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi luar bisa. Oleh karena itu kami sepakat membuat sebuah wadah kerja sama untuk memfasilitasi permodalan dan pemasaran,” kata Atet.

Atet menuturkan, Sejuk juga menjalin kolaborasi bersama Nectico dalam rangka pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung keberlangsungan koperasi. Yakni penyediaan marketplace utuk pemasaran serta membuat sistem pendataan yang memudahkan pemetaan koperasi di Kota Bandung.

“Sistem yang dibuat nectico bisa melihat tren pasar yang memang di dalam Sejuk. Sehingga menjadi bahan bagi koperasi untuk bergerak di berbagai bidang,” ujarnya.

Baca juga :  Polsek Cipatat Polres Cimahi Atur Lalulintas Pada Sore Agar Tetap Dalam Keadaan Kondusif

Namun, lanjut Atet, yang paling utama adalah berbagi informasi dan saling menyuplai kebutuhan. Sehingga anggota koperasi mendapatkan produk barang yang lebih murah. Sehingga harga jual kepada anggotanya pun bisa bersaing dengan toko modern.

Atet menilai, koperasi tak perlu ragu lagi untuk terjun di sektor riil, meski secara bertahap. Karena, menurutnya selama ini koperasi hanya diidentikan dengan sistem simpan pinjam saja.. Hal itu yang tak jarang justru berakhir tragis. Lantaran jumlah peminjam yang banyak tapi minim pengembalian.

“Karena ada koperasi yang menjual produk tidak bersaing dengan toko modern. Karena margin harga yang dibeli koperasi lebih mahal.. Tapi sekarang kalau misalnya koperasi A butuh mi instan dan ada koperasi B bisa menyediakan yang murah. Jadi saling tukar menukar informasi dan peluang usaha,” katanya.

Bahkan kini Atet sedang mengkoordinasikan Sejuk bisa menjadikan koperasi sebagai suplier. Atau menjelma jadi Bantuan Persediaan Stok (Baperstok) di Kota Bandung, setidaknya guna memenuhi kebutuhan 119.947 anggota aktif. (**)

Previous Post

Wawalkot Bandung Minta PRSI Tingkatkan Prestasi

Next Post

Simulasikan Olahraga, Yana Haruskan Izin Gugus Tugas

BeritaTerkait

Featured

83,8 Persen Warga Puas, Perubahan di Sekolah Bandung Mulai Terasa

April 23, 2026
Featured

Hasil Survei 85,9 Persen Warga Menyatakan Puas Terhadap Layanan Kesehatan

April 23, 2026
Dua terdakwa utama dari pihak swasta, yakni: Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, dan Berliana Tri Kusuma, Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya Keduanya diduga berperan sebagai pemberi suap kepada sejumlah pejabat di PN Depok.
Featured

Sidang Perdana yang Menyeret Ketua Pengadilan Depok, Jaksa KPK Hadirkan Dua Terdakwa

April 23, 2026
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., menjadi narasumber Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) bagi perusahaan di wilayah Kota Bandung, di Hotel Grandia, Bandung, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Dok Humas)
Featured

Rizal Khairul: PP Bentuk Keseimbangan Iklim Investasi dan Kesejahteraan Pekerja

April 23, 2026
Featured

OC Kaligis Nilai Kasus eFishery Bukan Pidana, Andri Yadi Disebut Tak Punya Niat Jahat

April 22, 2026
Featured

Pendidikan, Infrastruktur hingga UMKM Sumedang Menguat

April 22, 2026
Next Post

Simulasikan Olahraga, Yana Haruskan Izin Gugus Tugas

No Result
View All Result

Berita Terkini

83,8 Persen Warga Puas, Perubahan di Sekolah Bandung Mulai Terasa

April 23, 2026

Hasil Survei 85,9 Persen Warga Menyatakan Puas Terhadap Layanan Kesehatan

April 23, 2026
Dua terdakwa utama dari pihak swasta, yakni: Trisnadi Yulrisman, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, dan Berliana Tri Kusuma, Head Corporate Legal PT Karabha Digdaya Keduanya diduga berperan sebagai pemberi suap kepada sejumlah pejabat di PN Depok.

Sidang Perdana yang Menyeret Ketua Pengadilan Depok, Jaksa KPK Hadirkan Dua Terdakwa

April 23, 2026
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bandung H. Rizal Khairul, S.IP., M.Si., menjadi narasumber Tata Cara Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Perusahaan (PP) bagi perusahaan di wilayah Kota Bandung, di Hotel Grandia, Bandung, Selasa, 21 April 2026. (Foto: Dok Humas)

Rizal Khairul: PP Bentuk Keseimbangan Iklim Investasi dan Kesejahteraan Pekerja

April 23, 2026

OC Kaligis Nilai Kasus eFishery Bukan Pidana, Andri Yadi Disebut Tak Punya Niat Jahat

April 22, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC