TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri) menggelar Pelatihan Lanjutan Sasirangan Pesisir bagi para pengrajin di Desa Pulau Burung, Kecamatan Simpang Empat.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026 ini bertujuan meningkatkan kualitas produk, mengembangkan motif khas pesisir, sekaligus memperkuat strategi pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Pelatihan tersebut menghadirkan praktisi wastra nasional, Sandi Agustinus, yang memberikan pendampingan kepada para peserta dalam menciptakan desain motif baru tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas Sasirangan Pesisir Tanah Bumbu.
Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskumdagri, Eryanto Rais, yang disampaikan oleh Sekretaris Diskumdagri, Romatua S. Simanjuntak, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing industri kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Romatua, Sasirangan Pesisir Desa Pulau Burung memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sasirangan dari daerah lain, terutama karena menggunakan pewarnaan alami yang menjadi ciri khas sekaligus memiliki nilai jual tinggi.
“Melalui pelatihan ini, para pengrajin tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengembangan motif baru, tetapi juga dibekali strategi pemasaran agar produk Sasirangan Pesisir semakin dikenal dan diminati pasar,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu selama ini juga terus mempromosikan produk Sasirangan Pesisir dalam berbagai kegiatan dan pameran, baik di tingkat regional maupun nasional, sebagai upaya memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Burung, Saidina, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi para pengrajin saat ini masih terletak pada aspek pemasaran. Menurutnya, kualitas produk yang dihasilkan sudah cukup baik, namun akses terhadap pasar yang lebih luas masih perlu diperkuat.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang pemasaran yang lebih besar sehingga produk Sasirangan Pesisir dapat dikenal masyarakat luas dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan para pengrajin,” katanya.
Dukungan juga datang dari Ketua TP PKK Kecamatan Simpang Empat, Norlina, yang mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai Sasirangan Pesisir bukan sekadar produk kerajinan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Tanah Bumbu dan harus terus dilestarikan.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap para pengrajin Sasirangan Desa Pulau Burung mampu menghasilkan produk yang semakin berkualitas, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi, sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Ag)












