TANAH BUMBU, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Seminar Awal Kajian Pahlawan Nasional Tahun 2026 sebagai langkah awal dalam proses pengusulan dua tokoh pejuang daerah, Andi Faisal dan H. M. Badri, untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bersujud III, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Selasa (28/07/2026), menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan, saran, dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan kajian akademik sebagai syarat pengusulan kepada pemerintah pusat.
Seminar tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik H. Deny Hariyanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Putu Wisnu Wardana, Asisten Administrasi Umum H. M. Yamani, Tim Kajian yang dipimpin Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi bersama Dr. Muhammad Arif, perwakilan Dinas Sosial, Camat Kusan Hilir, Bagian Hukum, Legiun Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga, pemerhati sejarah, tokoh masyarakat Kecamatan Kusan Hilir, serta keluarga kedua tokoh yang diusulkan.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Tanah Bumbu, Nahrul Fajeri, mengatakan seminar ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari para peserta sebagai bahan penyempurnaan naskah akademik yang menjadi dasar pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Andi Faisal dan H. M. Badri.
Menurutnya, proses pengusulan tokoh daerah menjadi Pahlawan Nasional harus didukung kajian sejarah yang komprehensif, data yang valid, serta bukti-bukti pendukung yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Putu Wisnu Wardana menegaskan bahwa pengusulan kedua tokoh tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para pejuang yang telah berkontribusi bagi bangsa dan daerah.
“Pengusulan ini tidak hanya bertujuan menghormati jasa para pahlawan, tetapi juga menjaga warisan sejarah, memperkuat nasionalisme, dan membangun karakter generasi penerus agar mencintai bangsa dan daerahnya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Tim Kajian dari Yayasan Pendidikan Al Fajri Husain Jeddawi menjelaskan bahwa penyusunan naskah akademik dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari penelusuran arsip sejarah, pengumpulan data lapangan, wawancara dengan keluarga tokoh, hingga kunjungan ke makam Andi Faisal di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, serta makam H. M. Badri di Gresik, Jawa Timur.
Selain menjadi forum pemaparan hasil kajian, seminar ini juga dimanfaatkan untuk memverifikasi data sejarah, melengkapi dokumen pendukung, serta membangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan agar proses pengusulan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap seminar awal ini menghasilkan rekomendasi yang komprehensif sebagai dasar penyempurnaan naskah akademik, pengumpulan bukti sejarah, serta validasi dokumen administrasi, sehingga pengusulan Andi Faisal dan H. M. Badri sebagai Pahlawan Nasional dapat berlangsung secara terarah, terpadu, dan tepat waktu.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Tanah Bumbu juga menegaskan komitmennya dalam melestarikan nilai-nilai perjuangan para tokoh daerah, sekaligus memperkuat identitas sejarah Kabupaten Tanah Bumbu sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. (Ag)












