• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, September 16, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah Kota Bandung dan RSUD Ditargetkan Berlangsung Selama Tiga Tahun

Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah Kota Bandung dan RSUD Ditargetkan Berlangsung Selama Tiga Tahun

red cyber by red cyber
Agustus 3, 2026
in Featured, PARLEMEN
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,- Anggota Pansus 17 DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., mengatakan, Panitia Khusus (Pansus) 17 DPRD Kota Bandung saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Bandung tentang Pembangunan Gedung Inspektorat Daerah Kota Bandung dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung dengan penganggaran tahun jamak. Keberadaan regulasi ini nantinya untuk memperkuat pembangunan dengan skema multiyears.

Menurut Iman, penganggaran pembangunan dengan skema tahun jamak perlu diperkuat melalui regulasi yang jelas. Selain memuat ketentuan terkait pertimbangan pembangunan, regulasi ini juga harus mencantumkan nominal anggaran secara rinci.

“Saat ini masih dalam pembahasan, dan ini akan menjadi penguatan serta selaras dengan Rencana Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) yang saat ini sudah masuk proses pembahasan. Harapannya bisa selesai bulan Agustus agar masuk ke dalam KUA-PPAS,” ujar Iman.

Ia menambahkan, pembangunan tahun jamak ini ditargetkan berlangsung selama tiga tahun, mulai 2027 hingga 2029.

“Targetnya tidak boleh melebihi masa kepemimpinan wali kota saat ini,” tegasnya.

Dalam pembahasan sementara, kata Iman, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan Gedung Inspektorat Kota Bandung mencapai Rp147.365.050.535, sedangkan pembangunan Gedung RSUD Ujungberung sebesar Rp330.587.921.000. Dengan demikian, total kedua proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp447.952.971.535.

Baca juga :  Sat Lantas Polres Cimahi Atur Kendaraan di Rest Area KM 125 Tol Cipularang

Namun, menurut Iman, Pemkot Bandung juga perlu mempertimbangkan dinamika harga pembangunan. Tim dari Pemkot Bandung telah menyiapkan antisipasi apabila terjadi penyesuaian harga sekitar 7 hingga 8 persen.

“Ini sedang disepakati dan disiapkan apakah perubahan akan masuk ke perda ini. Kami dari pansus, jika masuk maka kami minta konsideran ilmiahnya. Nah, ini yang masih kami tunggu, apakah tetap pada angka sebelumnya atau pada estimasi yang sudah disesuaikan dengan prediksi dinamika harga saat ini,” ungkapnya.

Iman menjelaskan, proyek pembangunan RSUD Ujungberung akan dilakukan di lahan yang sama, namun terdapat perluasan ke sisi samping. Sementara itu, Gedung Inspektorat rencananya akan dibangun di Jalan Tera yang saat ini digunakan UPTD P3A.

Iman berharap pembangunan RSUD Ujungberung ke depan dapat menjadi salah satu rumah sakit kebanggaan Kota Bandung sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terlebih, RSUD Ujungberung tidak hanya melayani warga Kota Bandung, tetapi juga Kabupaten Bandung karena lokasinya berada di titik perbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Baca juga :  Lelang Proyek yang Dimenangkan Kades Pengadegan Amburadul

“Hanya saja, saat ini gedungnya kurang representatif. Harus menyusul ‘adik kandung’ RSUD Bandung Kiwari yang sudah lebih bagus dari sisi gedung dan pelayanannya,” ungkapnya.

Iman juga mengingatkan terkait persoalan non-teknis yang harus diselesaikan sejak awal, mengingat RSUD Ujungberung berada di wilayah padat. Kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun aspek lalu lintas harus menjadi perhatian.

“Pesan dari teman-teman di DPRD, hal-hal non-teknis harus dipastikan selesai. Jangan sampai ada konflik horizontal dan pendampingan aparat penegak hukum (APH). Karena ini pembangunan tahun jamak, tidak selesai dalam satu tahun, melainkan tiga tahun, sehingga pasti ada hal-hal yang perlu dipertimbangkan dari sisi perencanaan dan pembangunan,” terangnya.

“Hal yang harus dikawal adalah pelayanan yang pasti terganggu, mekanisme dan skemanya seperti apa. Sebagian mungkin harus ditopang puskesmas-puskesmas pendamping yang ada di sana,” katanya.

“Puskesmas Cibambo dan Puskesmas Ujungberung harus disiapkan. Kemudian, optimalisasi pembangunan serta tahapannya juga harus dikawal. Mudah-mudahan ini bisa selesai tanpa meninggalkan persoalan. Harapannya, tahun 2029–2030 kita memiliki RSUD yang lebih representatif,” imbuhnya.**

Tags: dprd kota bandungIman LestariyonoPansus 17RSUD
Previous Post

Bupati Tanah Bumbu Wujudkan Rumah Layak Huni bagi Misran, Warga Kersik Putih yang Lama Tinggal di Rumah Singgah

Next Post

BRI Cirebon Kartini Bersama Taspen Tingkatkan Layanan Pensiunan Lewat Edukasi Keuangan dan Cek Kesehatan Gratis

BeritaTerkait

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), William Frans Ansanay. (Foto; Istimewa)
Featured

Soal Isu Keretakan Jokowi-Prabowo, Ini Penjelasan BaraJP

September 16, 2026
Ekonomi

Keberadaan Baznas Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

September 16, 2026
Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar
Featured

Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

September 15, 2026
Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor
Featured

Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor

September 15, 2026
Featured

Iman Lestariyono Minta Lokakarya Mini Kesehatan Diwujudkan Berbagai Elemen

September 15, 2026
Featured

Masuki Musim Hujan, Pemkab Sumedang Perkuat Antisipasi, Peta Rawan Bencana Jadi Prioritas

September 15, 2026
Next Post

BRI Cirebon Kartini Bersama Taspen Tingkatkan Layanan Pensiunan Lewat Edukasi Keuangan dan Cek Kesehatan Gratis

No Result
View All Result

Berita Terkini

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), William Frans Ansanay. (Foto; Istimewa)

Soal Isu Keretakan Jokowi-Prabowo, Ini Penjelasan BaraJP

September 16, 2026

Keberadaan Baznas Harus Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

September 16, 2026
Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

Soal Literasi dan Kearsipan, Sumedang Peringkat 4 Tingkat Kegemaran Membaca di Jabar

September 15, 2026
Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor

Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Hadapi Musim Hujan, Wilayah Ini Rawan Longsor

September 15, 2026

Iman Lestariyono Minta Lokakarya Mini Kesehatan Diwujudkan Berbagai Elemen

September 15, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC