• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Pemprov Jabar Digugat Terkait Proyek Alat Tes Covid-19

Pemprov Jabar Digugat Terkait Proyek Alat Tes Covid-19

cyber by cyber
Desember 1, 2020
in Featured, Hukum
0
Siska Gerfianti saat mendampingi Gubernur Ridwan Kamil pada acara penyerahan PCR Portable kepada 27 Kab/Kota.

Siska Gerfianti saat mendampingi Gubernur Ridwan Kamil pada acara penyerahan PCR Portable kepada 27 Kab/Kota.

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, — Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitu mungkin kiasan tepat, menggambarkan kiprah seorang dr.Siska Gerfianti, M.H.Kes. Bagaimana tidak, baru saja tergusur dari jabatannya selaku Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (27/11/2020), orang kepercayaan Gubernur Ridwan Kamil tersebut harus bersiap-siap menghadapi gugatan perdata dari salah satu rekanan, PT Aria Puspa Nusantara (APN).

Dikabarkan, PT Aria Puspa Nusantara secara resmi telah melayangkan gugatan, buntut dari pembatalan proyek pengadaan barang berupa Reagent Ekstrasi dan Real Time PCR Kit untuk pengetesan virus Covid-19 senilai Rp 28 miliar. Siska selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), menjadi salah satu dari tujuh pihak tergugat.

“Kerugian yang dialami PT APN akibat ulah sewenang-wenang Siska sekitar Rp 5 Miliar,” ujar Fidelis Giawa, kuasa hukum PT APN dari LBH Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Kuasa Hukum PT APN, Fidelis Giawa.

Saat dihubungi wartawan (30/11/2020), Fidelis menjelaskan, gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Bandung sudah terdaftar dengan Nomor Perkara: 511/pdt.4/2020.

“Kini tinggal menunggu waktu sidang,” ujarnya.

Dijelaskan Fidel, gugatan materiil Rp 5 miliar sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa. Merujuk itu, keuntungan yang dimungkinkan sebesar 15 persen dari total nilai pekerjaan Rp 28 miliar.

“15 Persen itu jatuhnya sekitar Rp 4,21 miliar. Ditambah biaya operasional sekitar Rp 25 juta, biaya konsultasi hukum pendampingan ketika mengajukan somasi sekitar Rp 250 juta, dan ditambah biaya gugatan sekitar Rp 500 juta,” papar Fidel. 

Menurutnya, gugatan perbuatan melawan hukum dilakukan karena secara pribadi dan institusi, kinerja Siska telah merugikan kliennya, PT Aria Puspa Nusantara.

“Kita tuntut mereka membayar kerugian. Banyak fakta-fakta yang diluar aturan berlaku. Pesanannya itu sudah dinegoisasikan, tapi tidak ditandatangan. Kasarnya mereka bukan membatalkan, tapi mereka menjegal,” tandasnya.

Baca juga :  Warga Berterima Kasih, TNI Bersihkan Lingkungan Jl. Industri Kota Cimahi

Dalam salinan surat gugatan yang diterima redaksi, tujuh pihak tergugat masing-masing, PPK Siska Gerfianti, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Jabar, Asisten Administrasi Pemerintah Pemprov Jabar, Sekda Pemprov Jabar, dan Ketua DPRD Jabar. 

Sebagaimana diketahui, sengkarut proyek pengadaan alat tes Covid-19 di atas, bermula dari tudingan kinerja buruk jajaran pejabat terkait pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat. Merasa dirugikan, PT Aria Puspa Nusantara melayangkan somasi atau surat teguran pertama yang ditujukan pada Gubernur Ridwan Kamil.

Dalam salinan surat somasi yang diterima Rabu (19/8/2020) disebutkan, APN ditunjuk sebagai salah satu rekanan Dinkes Jabar untuk pengadaan barang berupa Reagent Ekstrasi dan Real Time PCR Kit untuk pengetesan virus corona.

Kontrak kerja dilakukan dengan melalui proses pemeriksaan dokumen kelengkapan dan penawaran, dan ditandatangani pada 29 Juni 2020 oleh Direktur Utama (Dirut) Pamriadi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari pihak Dinkes Jabar yang diwakili Siska Gefrianti. Adapun nilai kontrak disebutkan lebih dari Rp28 miliar.

Pada tanggal 3 Juli 2020 APN melakukan kontak dengan asisten Siska yang bernama Endi untuk meminta surat pesanan, namun dikatakan surat belum ditandatangani Siska selaku PPK. Sementara itu diketahui dari Endi surat pesanan dari Dinkes Jabar tersebut bernomor: 443/4420/116/PP, tertanggal 29 Juni 2020.

Pada 6 Juli 2020, APN melakukan pemesanan barang sesuai spesifikasi ke importir PT ARISOO co dan pihak yang dipesan tersebut meminta lampiran surat pesanan sebagai bukti bahwa APN betul-betul rekanan yang ditunjuk oleh Dinkes Jabar. Ketentuannya surat tersebut selambat-lambatnya harus diterima pada 11 Juli 2020.

Baca juga :  Patroli Detasemen Gegana Jabar, Ajak Masyarakat Terapkan Prokes

APN menyebutkan pihaknya intens dari tanggal 3 hingga 11 Juli melakukan komunikasi dengan Dinkes Jabar untuk memperoleh surat pesanan sesuai kontrak tertanggal 29 Juni itu, namun selalu nihil. Malah APN merasa dirugikan ketika pihak importir membatalkan pesanan yang sudah dilakukan, karena tidak mampu memenuhi persyaratan.

Tanggal 13 Juli 2020 APN baru menerima surat pesanan dari Dinkes Jabar yang dimaksud. Hari itu adalah tenggat waktu penyerahan atau pengiriman barang yang harus dilakukan APN ke Dinkes Jabar.

Besoknya pada 14 Juli 2020, APN menghadiri rapat di Dinkes Jabar untuk memberikan klarifikasi soal keterlambatan pengiriman barang, dan APN menjelaskan penyebabnya soal surat pesanan tersebut, serta meminta addendum perpanjangan waktu pelaksanaan kewajiban. Pihak PPK pun menyatakan akan memberikan keputusan melalui surat resmi.

Kemudian pada 15 Juli APN menerima surat peringatan dari Dinkes Jabar untuk segera memenuhi kewajibannya dalam waktu satu hari setelah surat diterima. Meski mencoba melakukan pemesanan, APN menyebutkan pihhak importir hanya sanggup melakukan pengiriman pesanan dalam 10 hari.

Ditambahkan, pada hari yang sama APN melakukan klarifikasi dengan PPK dari Dinkes Jabar, namun terjadi silang pendapat, tidak ditemukan kata sepakat.

Pada 22 Juli APN menerima surat pemutusan kontrak kerja dari Dinkes Jabar dengan alasan pihaknya cidera janji  dalam memenuhi kewajiban sesuai waktu yang ditetapkan. (DRY) 

Previous Post

Giat Satgas Sub 21-15 Bangun TPS 3R & Sanimas Citarum Harum Bersama Warga

Next Post

Debat Pilkada Tanah Bumbu, Mila Karmila Mengapresiasi Jawaban Paslon ZR

BeritaTerkait

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.
Featured

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026
Featured

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026
Featured

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Featured

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026
Featured

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Ekonomi

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Next Post

Debat Pilkada Tanah Bumbu, Mila Karmila Mengapresiasi Jawaban Paslon ZR

No Result
View All Result

Berita Terkini

Komisi II DPRD Kota Bandung menggelar rapat kerja terkait Penggunaan Tapping Box untuk Meningkatkan PAD Kota Bandung, di Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis, 16 April 2026.

Komisi II DPRD Kota Bandung Dorong Pemkot Melakukan Evaluasi dan Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Daerah

April 18, 2026

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC