• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, April 18, 2026
Patroli Cyber
Advertisement
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik
No Result
View All Result
Patroli Cyber
No Result
View All Result
  • Regional
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Kronik

Beranda » Uchok Sky Khadafi, “Indonesia Maju, Bersih Korupsi Desa & Sampah Desa”

Uchok Sky Khadafi, “Indonesia Maju, Bersih Korupsi Desa & Sampah Desa”

red cyber by red cyber
Februari 13, 2020
in Featured, Kronik
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,– “Iya bang, saya tahu itu. Menyedihkan ya. Disaat Dana Desa yang diberikan Presiden Jokowi terus naik, jumlah korupsinya pun terus naik. Kalau tidak salah, ada lebih 250 kasus Dana Desa yang merugikan Negara hingga Rp 170-an milyar,” demikian Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif  CBA-Center For Budget Analysis, kepada patrolicyber.com Rabu (12/2/2020) disela kegiatannya.

Dia yang dikenal sebagai aktivis ini memang selalu dan akan menjadi musuh koruptor, baik dari tingkat desa hingga pusat dan  sudah pilihan hidupnya. Dia menikmati semua itu sebagai bahkan dari ‘amar maruf nahi munkar’. Dan, itulah sebabnya, dia tak segan-segan mengkritisi kebijakan pemerintah dan siapapun yang dinilai menyimpang.

“Saya tidak bisa berdiam diri, jika ada yang menyimpang. Saya harus bicara, tidak bisa diam apapun resikonya,” kata pria yang akrab dipanggil Uchok tersebut.

Uchok memang dikenal sebagai sosok yang konsisten. Kritik pedasnya menjadi momok bagi para pengguna anggaran dan lainnya. Kritiknya membuat telinga mereka panas. Termasuk aparat pemerintah dan juga legislatif yang kena ‘semprot’ jika melanggar aturan penggunaan anggaran, baik Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Kritikannya juga bukan asal bunyi karena dia mengantongi data atas apa yang dikritisi.

Uchok menambahkan lagi, sektor pemerintahan dan infrastruktur menjadi ladang basah korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Baca juga :  Brimob Polda Jabar Sebar Maklumat Kapolri Terkait Prokes

“Anggarannya ada, tetapi klisenya adalah minimnya pengawasan dan akuntabilitas pelaksanaan program di desa sehingga menjadi faktor utama korupsi dana desa. Sejak tahun 2015 presiden Jokowi sangat concern dalam penguatan ekonomi desa dan pembangunan infrastruktur Desa,maka Dana Desa pun dinaikan setiap tahun.

Tahun 2019-2020 anggaran Dana Desa mencapai Rp 70 triliun, meningkat 16,67 % dari tahun sebelumnya. Anggaran DD berasal dari APBN dan dimulai sejak 2015, sementara ADD bersumber dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan jumlah minimal sebesar 10 % dari Dana Alokasi Umum dan Dana bagi hasil. Keduanya sumber pendapatan asli desa. Maka kedua postur anggaran tersebut rawan dikorupsi oleh kepala desa dan perangkat desanya.

“Dalam Dana Desa, memang saya belum melihat ada anggaran khusus untuk penanggulangan sampah, yang ada itu untuk sanitasi, reboisasi, dan infrastruktur kalau tidak salah ya. Sedangkan jika sampah tidak dimanage dengan baik dimulai dari tingkatd, itu bisa menjadi bencana Nasional,” ujarnya.

Contoh kecil, kata dia, sungai-sungai, saluran air,  waduk, situ, embung dan bendungan penuh dengan sedimen sampah, maka jalur atau distribusi air bisa tidak baik. Otomatis air akan meluap ke daratan, selain menggenangi desa sekitar sebagian masuk perkotaan.

“Ibu Kota Jakarta kerap banjir karena manajemen sampahnya minim, ditambah kiriman sampah melalui sungai dari desa kabupaten/kota lain sekitarnya. Di Ibu kota ada perdanya itu waktu jaman Jokowi menjadi gubernur. Karena keprihatinan dari produksi sampah Ibukota sekitar 6000 ton/hari, yang dibuang ke sungai sekitar 2.000-3.000 ton. Ada denda Rp 5-50 juta itu bagi pelanggarnya. Saya tidak mengikuti lagi bagaimana endingnya. Saya juga tidak paham sejauh apa sampah Ibukota berhasil diadded-point-kan, sehingga sampah Ibukota menjadi sahabat warga. Salah satu contoh lagi, banjir bandang Desa Cipanas, Lebak, Banten itu akhirnya diketahui salahsatunya akibat sedimen sampah dari hutan sekitar. Termasuk  akibat penambangan liar, dan sebagainya,” urainya.

Baca juga :  Jangan Ada Lagi Kepala Desa Ditangkap Karena Narkoba!

Masih kata Uchok, saat ini ada lebih 74.000 desa seluruh Indonesia, sedangkan jumlah BUMDes-nya belum sampai 7000 desa.  Sampah desa itu bisa menjadi sahabat jika ada manajemen tepat guna sehingga bisa dimaksimalkan sebagai satu cara memberdayakan ekonomi warga desa yang mana akan juga mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di desa, dan BUMDes  adalah salah-satu solusinya.

“Iya, saya belum data berapa gubernur, bupati dan walikota yang telah punya perda soal sampah ini, dalam arti pencegahan dan optimalisasi sampah sebagai added-point ekonomi desa. Tapi saya yakin belum banyaklah yang serius soal ini. Kedepan, anggaran untuk program pemberdayaan sampah desa Itu harus  disediakan minimal 20-30% dari Dana Desa. Lalu diawasi penggunaannya, dan itu menjadi kerja kita bang: CBA, Pers dan LSM yang perduli terhadap Dana Desa dan Sampah Desa. Angka 20-30% itu angka minimal, lebih dari Itu berarti lebih baiklah,” demikian Uchok mengakhiri.

Benar saja, Uchok memang selalu menjadi monster menakutkan bagi para koruptor. (PpRief/RL)

Previous Post

Di Jabar, Destinasi Pariwisata Banyak Belum Miliki Payung Hukum

Next Post

Yuyus Yusuf: PPDI Jangan Menjadi Polemik Berkepanjangan

BeritaTerkait

Featured

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026
Featured

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).
Featured

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026
Featured

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026
Ekonomi

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Featured

Jadi Keynote Speaker, Bupati Dony: SDM PKH Harus Memiliki Dua Kriteria

April 16, 2026
Next Post

Yuyus Yusuf: PPDI Jangan Menjadi Polemik Berkepanjangan

No Result
View All Result

Berita Terkini

Tingkat Kepuasan Terhadap Layanan Pendidikan dan Kesehatan Kota Bandung Capai 80 Persen

April 18, 2026

Pemkot Bandung Siapkan BRT dan Peremajaan Angkot Listrik

April 18, 2026
Kepala Kanwil HAM Jawa Barat, Hasbulloh Fudail, bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil Kemenham Jawa Barat, Nurjaman, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban di Jalan Golf Island Kav 79 No 1 R.D.P, Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026).

Kemenham Jabar Kawal Dugaan Kekerasan Pada Anak dan Perempuan, Saat Eksekusi Rumah di Bandung

April 17, 2026

TP PKK Tanah Bumbu Matangkan Program Kerja 2026 Lewat Rapat Lintas Sektor, Fokus Sinergi dan Lokus Lomba

April 17, 2026

BRI Ungkap Masa Depan Perbankan Berbasis AI di Unpad, Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda Hadapi Disrupsi Fintech

April 17, 2026
Patroli Cyber

Patrolicyber.com - Membangun Bangsa Indonesia

Jl. Ahmad Yani No. 262 (Lt.2 Komp. Stadion Sidolig) Kota Bandung
Email: redaksipatrolicyber@gmail.com

  • Home
  • Ekonomi
  • TNI-Polri
  • Hukum
  • Nasional
  • Olahraga
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • PARLEMEN
  • Kronik

Patrolicyber.com © 2020 MFC

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • TNI-Polri
  • Hukum
    • Kronik
  • Nasional
    • Regional
  • Olahraga
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Patrolicyber.com © 2020 MFC