TASIKMALAYA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tasikmalaya mendapat sorotan dari sejumlah mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi terhadap kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Tasikmalaya berinisial IK yang dinilai belum optimal dalam menjalankan fungsi koordinasi dan komunikasi.
Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia. Karena itu, para mitra menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran dan distribusi makanan bergizi, tetapi juga oleh koordinasi yang baik antara seluruh unsur pelaksana.
Sejumlah mitra mengaku mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan berkoordinasi terkait pelaksanaan program di lapangan. Kondisi tersebut, menurut mereka, berdampak pada lambatnya penyampaian informasi serta penanganan berbagai kendala operasional.
Para mitra menilai situasi tersebut tidak sejalan dengan semangat Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis yang menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, koordinasi, pelayanan, dan kolaborasi dalam pelaksanaan program.
Beberapa hal yang menjadi perhatian para mitra antara lain minimnya transparansi informasi kepada masyarakat penerima manfaat, sulitnya akses komunikasi antara Korwil dengan mitra dapur, belum optimalnya penanganan pengaduan, serta pola koordinasi yang dinilai kurang mendukung semangat kemitraan.
Salah seorang perwakilan mitra dapur yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa komunikasi yang baik merupakan faktor penting dalam keberhasilan Program MBG.
“Kami tidak sedang mencari kesalahan siapa pun. Yang kami harapkan adalah komunikasi yang baik. Ketika ada kendala di lapangan, kami membutuhkan arahan dan solusi agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan memudahkan penyelesaian berbagai persoalan tanpa mengganggu distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah mitra lainnya. Mereka berharap seluruh jajaran pelaksana Program MBG dapat mengedepankan profesionalisme, keterbukaan, responsivitas, dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Atas berbagai masukan tersebut, para mitra meminta Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan tugas Korwil SPPG Kota Tasikmalaya. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memastikan program berjalan sesuai petunjuk teknis serta prinsip tata kelola yang baik.
Para mitra juga berharap apabila ditemukan pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan tugas, BGN dapat mengambil langkah sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku demi menjaga kualitas pelayanan serta kredibilitas program.
Mereka menegaskan bahwa persoalan ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar semakin profesional, transparan, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Korwil SPPG BGN Kota Tasikmalaya berinisial IK belum memberikan tanggapan terkait berbagai keluhan yang disampaikan sejumlah mitra dapur. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi. Apabila yang bersangkutan memberikan klarifikasi atau hak jawab, redaksi akan memuatnya secara proporsional sesuai Kode Etik Jurnalistik.(Supriatna)











