CIREBON,– Karang Taruna Desa Cilukrak, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon beramai-ramai mendatangi balai Desa Cilukrak untuk minta klarifikasi keterbukaan penggunaan anggaran yang diduga selama ini seakan tertutup dan tidak transparan yang dilakukan oleh Kuwu Desa Cilukrak, Lisa, Rabu (15/7/2020).
Adapun yang dipertanyakan Karang Taruna Desa Cilukrak diantaranya Perpustakaan Desa, dana 17 Agustusan 2019 yang nilainya lumayan besar sekitar Rp23 juta, sedangkan penggunaannya tidak mencapai sebesar itu, diperkirakan hanya menghabiskan dana sekitar Rp5 juta sampai Rp7 jutaan.
Kordinator aksi, Fajar mengatakan, untuk pemaparan anggaran yang disampaikan oleh kuwu tentang dana 17 Agustus 2019 yang berjumlah Rp23 juta itu sangat sepektakuler.
“Padahal pada waktu pelaksanaanya hanya beberapa juta saja. Bagaimana tidak, dari sewa tarub, lighting, hadiah, dan yang lainya paling cuma beberapa juta. Tidak mencapai sebesar itu, lantas anggaranya dikemanakan?” ucapnya.
Tidak hanya itu, menurut keterangan dari salah satu warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya, setiap mempertanyakan tentang anggaran atau hal lain, jawaban kuwu Lisa ujung-ujungnya tidak mengenakan hati.
“Salah satu contoh saat ada yang mempertanyakan tentang pembagian masker oleh desa lain, kenapa Desa Cilukrak tidak ada, eh jawaban Kuwu Lisa sangat tidak enak. Dia bilang ya sana sampean pindah ke desa lain saja tinggalnya,” bebernya menirukan ucapan kuwu.
Sementara itu Kuwu Desa Cilukrak, Lisa saat dimintai keterangan atau wawancara enggan memberikan komentar apapun terkait tuduhan tersebut. Ia lebih memilih diam dan membisu. (One-to)











